IBX5980432E7F390 Draft Survei Tongkang - BLOG PELAUT

Draft Survei Tongkang

BARGE DRAUGHT SURVEY

Barge Draught Survey adalah suatu metoda yang digunakan untuk menentukan berat muatan melalui pengukuran berat benaman atau pembacaan draught tongkang (kosong dan ada muatan) dengan memperhitungkan perubahan-perubahan berat cairan yang berada didalam kapal.

PROSEDUR  
Tujuan Prosedur Draught Survey:
Prosedur ini dibuat sebagai panduan kegiatan draught survey di tongkang (barge) yang dilakukan oleh fungsi Marine & Inspection di SBU Mineral.

Informasi Umum:
1. Prosedur ini diberlakukan untuk dokumen dan/atau catatan mutu yang didistribusikan dan menjadi tanggung jawab Bagian Quality Assurance.
2. Penanggungjawab pelaksanaan prosedur ini adalah Senior Manager Quality Assurance sebagai Wakil Manajemen SBU Mineral.

Dalam pelaksanaan Draught Survey Tongkang, peraturan umum yang juga berlaku untuk pelaksanaan Draught Survey Kapal sebagai berikut harus dipatuhi:
  1. Kapal harus terapung bebas dan tidak kandas.
  2. Tongkang dalam kondisi tidak bergerak terhadap dasar air / diam ditempat  (tidak berlayar, tidak ditarik).
  3. Tongkang sebaiknya mempunyai trim < 50 cm.
  4. Tongkang sebaiknya tidak miring, hindari kemiringan yang ekstrim, usahakan maximum kemiringan < 0.5º (setengah derajat).
  5. Tongkang mempunyai draught mark yang jelas dapat dibaca.
  6. Pengukuran density air (sampling) sesuai dengan draught survey kapal.
  7. Pastikan bahwa tongkang mempunyai Displacement Table.
Catatan:
Bila mendapatkan kondisi diluar kondisi normal tersebut diatas agar membuat remark dan membuat surat protes kepada Master Tug Boat bahwa pelaksanaan Draught Survey dilakukan dengan kondisi yang cenderung dapat mengakibatkan ketidak akuratan perhitungan Draught Survey.

Tongkang Yang Mempunyai Displacement Table.
-> Perhitungan Draught Survey Tongkang harus dilakukan berdasarkan displacement table dan mengacu pada stability guidance untuk tongkang dimaksud.

-> Sehubungan Stowage muatan (batubara) sering terkumpul ditengah tongkang dan sering usia tongkang kebanyakan telah tua, maka untuk mendapatkan hasil perhitungan draught survey yang tepat dan teliti maka dilaksanakan hal-hal sebagai berikut:
  • Bila ditengah tongkang tidak terdapat Mid Draught Mark, maka tidak perlu dilakukan pengukuran karena pengalaman menunjukkan besarnya kemungkinan kesalahan pengukuran dalam kondisi tersebut.
  • Bila tidak ada Deck Line dan Plimsol Mark ditengah tongkang, maka tidak perlu dilakukan pengukuran.
Catatan: 
pengukuran midship draught dilakukan hanya untuk mengetahui Hogging atau Sagging kapal saja, tidak untuk dicantumkan didalam laporan.

Tongkang Yang Tidak Mempunyai Displacement Table.
-> Pelaksanaan Draught survey tongkang secara over hang harus dianggap sebagai alternatif saja dalam kondisi dimana tongkang tidak memiliki displacement table maupun hydrostatic curves. Sebelum pelaksanaan ini diusahakan secara maksimal secara tertulis untuk mendapatkan tabel displacement dari klien / pemilik tongkang.

-> Informasikan secara tertulis kepada klien bahwa Draught Survey Tongkang akan dilaksanakan dengan cara over hang (pengukuran langsung) sehubungan tidak tersedia displacement table di Tongkang tersebut.

-> Surveyor boleh mengerjakan Draught Survey Tongkang secara over hang bila telah mendapatkan surat persetujuan tetulis dari klien bahwa Draught Survey dapat dilaksanakan dengan sistem tersebut.

1. Susunan Loadline Pada Sisi Kiri dan Kanan dari Lambung Kapal.



Melalui pengukuran jarak dari top deckline ke permukaan air.
Sesuai dengan sketch, jarak ini adalah 13.00 meter.
Gambar 1: Skala pengukuran top deckline ke permukaan air

Total tinggi deckline diatas lunas, sesuai dengan sketch, adalah 10.00 meter +  3.00 meter = 13.00 meter

Dikurangi jarak dari ujung atas deckline hingga ke permukaan air = 7.00 meter


Kedalaman benaman kapal = 6.00 meter


Kesimpulan

Midship draught dapat dipastikan melalui pengukuran jarak dari titik yang telah diketahui hingga ke permukaan air, angka tersebut kemudian dikurangkan dari jarak keseluruhan diatas lunas, sebagaimana diketahui dari ukuran kapal.

2.Prosedur Pelaksanaan Draught Survey di Tongkang


1.Membaca angka draught yang terdapat dilambung kiri dan kanan kapal bagian haluan, tengah dan buritan untuk kemudian dikalkulasikan hingga mendapatkan nilai  Quarter mean /  Mean of means corrected  /  draught  corrected 

2.Melakukan pengambilan sample air dimana kapal mengapung untuk pengukuran density
3.Dengan acuan hydrostatic table surveyor akan mencari nilai Displacement, TPC, LCF, DM/DZ berdasarkan Quarter mean yang telah didapat pada point no. 1
4.Melakukan perhitungan koreksi trim, koreksi density dan pengurangan dengan consumable liquid (air ballast, air tawar, bahan bakar) untuk mendapatakan nilai Net Displacement dan Loaded Displacement pada saat sebelum dan sesudah pemuatan.
5.Perbedaan Initial light displacement dengan Loaded Displacement adalah Cargo yang termuat. 
6.Pembuatan laporan lapangan, sebagai dasar untuk penerbitan certificate of weight maupun draught survey.
Apabila pihak kapal tidak dapat memenuhi persyaratan-persyaratan untuk pelaksanaan draught survey, sehingga sulit dilakukan prosedur draught survey, surveyor akan menerbitkan “Letter of Protest“.

Apabila tongkang tidak memiliki Hydrostatic table, maka surveyor tidak dapat melakukan draught survey, akan tetapi akan menawarkan pelaksanaan perhitungan kuantitas tersebut dengan metoda yang lain yaitu “OVERHANG AND FREE BOARD CALCULATION SYSTEM“, setelah menerima persetujuan pelanggan. Namun perlu diketahui bahwa tingkat akurasinya lebih rendah dari draught survey, peluang kesalahan untuk overhang & freeboard calculation adalah lebih dari  1 %.


Pada umumnya paket kegiatan superintending batubara diatas kapal bukan sekedar draught survey saja, tapi meliputi juga pelaksanaan hold cleanliness inspection dan sampling. 


Hold Cleanliness inspection dilakukan sebelum kapal melakukan pemuatan. Tujuan pelaksanaan Hold Cleanliness inspection ini adalah sbb :

Memastikan bahwa semua palka yang akan dimuati batubara sudah dalam keadaan bersih dari sisa-sisa muatan sebelumnya, terutama yang dapat meyebabkan kontaminasi dan menurunkan kwalitas batubara.

Hal – hal yang harus dilakukan antara lain :

  1. Memeriksa kebersihan bagian-bagian tank top dan side frame.
  2. Mencari tahu tentang muatan sebelumnya.



3. Peralatan yang Digunakan

Untuk melaksanakan draught survey secara teliti, surveyor harus memperlengkapi dirinya dengan peralatan yang sesuai dengan standar sebagai berikut :

a. Design Water Sampling Device 

Alat pengambilan contoh air:

Ada beberapa alat pengambilan contoh air pada beberapa kedalaman.

Salah satu contohnya dapat dilihat pada sketch, lihat Gambar 2.

Perlengkapan yang dibutuhkan :

  • Polyphropelyne
  • tabung stainless steel Ø 14 cm dan panjang 60 cm
  • besi pemberat 3 ½ kg.

Untuk pengukuran density air, harus dicek di bagian depan dan belakang geladak utama, disebelah kiri dan kanan dengan masing-masing kedalaman = 15%, 50%, 85% dari permukaan atau 3 lapisan bagi kapal besar dan pada kedalaman 25 %, 75% dari permukaan 2 lapisan bagi kapal kecil.


Hindari pengambilah contoh air untuk pengukuran density di dekat keluarnya air pendingin mesin dari lambung kapal.

Gambar 2. Alat pengambilan contoh air


b. Linear Distance Measuring Device
Alat pengukur jarak linier :
dipakai untuk alat pengukur freeboard kapal di dermaga.
Jenis peralatan ini meliputi:  
1.Steel tape measure  
Surveyor diseluruh dunia memakai steel tape dengan sebuah batang T atau sejenisnya untuk pembacaan freeboard.
Gambar 3a. Typical Winding Case


2.Tank sounding tape  
Stainless steel tape untuk sounding air ballast diberi pemberat yang bisa bebas dipergunakan di dalam pipa sounding. Dipakai untuk pengukuran ketinggian cairan di tangki-tangki kapal. Sounding tape terdiri dari piringan kuningan atau anodized metal dengan pegangannya. Pita pengukur dipasang kili-kili dan ujungnya dilengkapi dengan pemberat.

spesifikasi :

  • pita (tape): panjang min. 25 m
  • bahan: stainless steel
  • tebal: 1 mm
  • pembagian jarak: per 10 mm
  • berat pemberat: 400 gr.


Gambar 3b. Typical Winding Frame - tebal : 1 mm

c. Hydrometer
Alat pengukur berat jenis air di udara terbuka dalam satuan Kg/ltr, dilengkapi dengan sertifikat test laboratorium yang diakui. Dan secara teratur diperiksakan / diterakan dengan hidrometer bersertifikat, sehingga diketahui koreksinya.
Alat ini digunakan untuk menentukan density air laut / air tawar.

Specimen: Zeal Draught Survey Hydrometer/sejenisnya.

  • bahan: kaca bening
  • dimensi: panjang = 335 mm diameter = 27 mm 
  • skala: pembagian skala di kertas putih menunjukkan density kg/l di udara terbuka (density terlihat). Berat di dapat dengan mengalikan pembacaan skala  dengan volume dalam m³ dari air benaman (displacement).
  • temperature standard: 15º C
  • pemberat: butiran-butiran air raksa dilapisi dengan lilin hitam.
  • range: 0.990 s/d 1.040 kg/l (udara terbuka)
  • angka skala: 0.005
  • tegangan permukaan: medium
  • marks: nama pembuat
  • nomor kode pembuatan


Gambar  4. Hydrometer

d. Tabung Tempat Pembacaan Hydrometer
Dibuat dari plastik / tabung kaca berbentuk silinder. Agar mudah dan tepat pembacaan tabung ini dibuat dari kaca bening.
Gambar  5. Tabung tempat pembacaan Hydrometer

- jarak minimum hidrometer dengan dasar tabung = 2,5 cm.
- jarak minimum dinding dengan hidrometer = 2,5 cm.

Pengukuran density harus diambil pada suatu ketinggian di dalam tabung dengan permukaan stabil dan terlindung dari hembusan angin. Tujuannya untuk memudahkan pembacaan nilai densitynya.


e. Water Finding Paste

Suatu pasta untuk mendapatkan atau mengetahui pembacaan yang teliti dari tinggi cairan di dalam tanki. Water finding paste adalah bahan yang berubah warna menjadi merah bila terkena air. Dipergunakan dengan cara dioleskan pada sounding tape untuk mendapatkan pembacaan yang teliti.

f. Kalkulator

Harus dipastikan bahwa kalkulator dalam keadaan layak pakai.

g. Senter

Senter dengan 4 baterei, dipergunakan untuk malam hari.

h. Binocular

Teropong yang bisa distel fokusnya, digunakan untuk pembacaan skala draught.

i. Pompa untuk penentuan density dari air ballast


j. Buku catatan


k. Sarung tangan dari bahan katun (bersih)


l. Overall (bersih)


m .Sepatu pengaman (bersih)


n. Helm pengaman



COMBINED WITH FREEBOARD SYSTEM
Calculation Of Barge Draught Survey By Overhang – Combined With Freeboard System

AF : LENGTH OVER ALL (LOA)
MN : FULL LOADED WATER LINE
KL : LIGHTSHIP WATER LINE

COMBINATION OF OVERHANG & FREEBOARD SYSTEM FOR DRAUGHT SURVEY OF BARGE
 Combination Of Overhang & Freeboard System For Draught Survey of Barge
Sumber Referensi:
- Draught Survey Manual, SGS VAN BREE (Antwerp). 
- UN/ECE 1992, Code of Uniform Standards and  Procedures for the Performance of Draught Surveys of Coal cargoes, UNITED NATIONS (ECONOMIC AND SOCIAL COUNCIL).
- Draught Survey Training Course, SGS in house training.
- ISO/IEC 17020:1998 / SNI 19-17020-1999 – General Criteria for the Operation of Various type of bodies performing inspection.
- ISO 9001:2000/SNI 19-9001-2001 – Quality Management System – Requirements.


Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

3 Komentar Untuk "Draft Survei Tongkang"

  1. Thanks so much for the comment. I try to put together my learning and experiece in terms of blog and feel great if this helps others.

    pelatihan auditor iso 9001

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. saya sedang mempelajari cara draft survey tongkang batubara, apakah mbak bisa membantu saya?

    BalasHapus