IBX5980432E7F390 Prosedur Pencegahan Penyebaran Virus Corona di atas Kapal - BLOG PELAUT

Prosedur Pencegahan Penyebaran Virus Corona di atas Kapal

Prosedur Pencegahan Penyebaran COVID-19 diatas Kapal 

alur pelayanan orang dari darat ke kapal
Sehubungan dengan pandemic Covid-19,  diatas kapal yang mungkin dan harus menjadi perhatian prosedur dan arahan sbb :
  1. Tetap memeriksa kesehatan semua crew kapal, yaitu periksa suhu tubuh setiap hari.
  2. Sebelum tiba di pelabuhan, salah satu crew bertugas untuk menjaga gangway / akses masuk kapal dengan menggunakan PPE/APD , termasuk masker, kacamata dan sarung tangan untuk memeriksa suhu tubuh orang dari darat yang akan naik ke kapal.
  3. Petugas di atas kapal wajib melarang masuk orang dari darat, apabila ditemukan suhu tubuh di atas normal dan jika mengalami batuk / pilek.
  4. Sebelum masuk ke ruang akomodasi, orang dari darat akan diarahkan ke “bilik steril” untuk dilakukan sterilizer beserta dengan  barang bawaannya.
  5. Setelah itu, petugas jaga di kapal akan mengarahkan orang dari darat untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun di wastafel yang sudah disediakan di atas kapal, mengganti pakaian dari darat dengan pakaian yang baru dan pakaian lama direndam dengan sabun.
  6. Di pintu masuk akomodasi wajib menempatkan “Hand sanitizer” untuk menjaga kebersihan tangan, dan petugas jaga di kapal wajib memastikan agar setiap orang dari darat yang akan masuk ke ruang akomodasi agar menggunakan “Hand sanitizer” dan Pakaian yang baru diganti.
  7. Tidak diijinkan siapapun orang dari darat memasuki area akomodasi kecuali mereka yang berwenang atau mempunyai kepentingan di atas kapal dan telah melewati proses disterill.
  8. Ketika turun di dermaga untuk memeriksa kapal dll, maka diwajibkan memakai semua peralatan pelindung seperti masker, kacamata, sarung tangan.
  9. Tidak diijinkan bagi setiap crew untuk berkunjung atau masuk ke kamar crew lainnya.
  10. Nahkoda memastikan ada ruangan Isolasi diatas kapal, mengatur jarak tempat duduk di mess room, sehingga memiliki cukup ruangan untuk duduk di jarak aman antara satu dengan lainnya, mengurangi berkumpul disatu titik jika tidak penting dan selalu memakai masker.
  11. Semua pegangan tangga di dalam akomodasi harus dibersihkan secara teratur dengan desinfektan, crew selalu menjaga kebersihan lingkungan luar dan dalam  akomodasi, kamar mandi dan mesin cuci dengan sabun (pembersih).
  12. Hindari menyentuh benda logam,  peralatan, instrumen lainnya jika tidak diperlukan dan kurang yakin akan kebersihannya.
  13. Bersihkan keyboard komputer dengan disinfektan setelah digunakan dan membuang kain pembersih atau kertas tissue pada tempat sampah yang sudah disediakan.
  14. Jika memungkinkan, masukkan Walkie talkie kedalam kantong plastik sekali pakai, dan pada saat pergantian tugas jaga agar membuang kantong plastik bekas dan membersihkan Walkie talkie dengan disinfectan. 
  15. Tidak diijinkan bagi semua crew untuk turun dari kapal (pesiar) jika tidak ada keperluan yang mendesak, jika pun mendesak Nahkoda meyakinkan bahwa Crew  yang dari darat balik kekapal terbebas dengan COVID-19.
  16. Menjaga kebersihan dapur / alat-alat masak / alat-alat makan, tidak berbagi makanan dengan crew yang lain dan Menjaga kebersihan semua ruangan di kapal, menjaga kebersihan badan + pakaian, tidak merokok (termasuk vape). 
  17. Perlu diingat bahwa lingkup dikapal sangatlah kecil sehingga jika ada seorang crew yang tertular virus ini maka sangat berbahaya untuk seluruh orang / crew di kapal tersebut. 
  18. Kapal + crew akan di karantina oleh otoritas kesehatan pelabuhan jika terdapat salah satu crew yang terinveksi Covid – 19. 
  19. Bagi crew yang turun dari kapal di pelabuhan Batam / Bali maka crew tersebut tidak diperbolehkan untuk ke kantor, untuk melapor ke kantor dapat dilakukan 14 hari setelah crew tsb turun dari kapal.
  20. Jika ditemukan adanya crew yang mengalamai demam dan batuk/pilek, tempatkan crew tersebut diruang isolasi di atas kapal sambil menunggu perawatan lanjutan dan jalankian jaga pemantauan dengan menggunakan PPE/APD , termasuk masker, kacamata dan sarung tangan dan Nahkoda segera menghubungi Departemen yang bertugas di kantor.
SOP diatas adalah salah satu contoh prosedur yg diterapkan di atas kapal, tempat saya bekerja yang harus di jalankan.

INFORMASI PENANGULANGAN CORONA VIRUS COVID-19
Covid-19 telah menjadi bencana besar di berbagai penjuru dunia. Berdasar data Center for System Science and Enginering John Hopkins University, secara global, lebih dari 270.000 orang terinfeksi dan sekitar 11.000 pasien meninggal dunia.

Sayangnya, belum ada obat atau vaksin khusus untuk menangani Covid-19 ini. Seluruh ilmuwan di berbagai negara berpacu mencari jalan keluar. Tenaga medis pun bekerja tanpa henti di garis terdepan menangani kasus virus corona ini.

Kendati demikian, secercah harapan datang dari Cina. Data teranyar menunjukkan bahwa 71.150 pasien suspek corona berhasil sembuh. Itu sama dengan 87% dari total kasus corona yang ada di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Lantas, apa yang dilakukan Cina hingga bisa menunjukkan hasil yang cukup menenangkan tersebut? Jawabannya adalah penanganan yang tepat, selain juga pengidentifikasian yang cepat dan proses karantina yang ketat.


3 Jenis Tindakkan Penanganan Corona Rekomendasi WHO

Sebagaimana dilansir pusat informasi CGTN yang dibiayai pemerintah Cina, dinyatakan bahwa tenaga medis di sana telah menemukan sejumlah cara penanganan yang tepat, efektif, dan sejauh ini terbukti bekerja cukup baik.
Pasien diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari ringan, sedang, hingga kritis terinfeksi covid-19. Dari kategori tersebut, tindakan penanganan yang diambil adalah sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) yang detailnya adalah sebagai berikut.

Pasien corona ringan
Pasien kategori ini adalah mereka yang positif corona tapi tak menunjukan adanya gejala apapun, alias yang tampak sehat-sehat saja. Untuk pasien kategori ini, tindakan penanganannya relatif sederhana.
WHO merekomendasikan empat hal, yakni tidur cukup, jaga suhu tetap hangat, minum air putih yang banyak, dan gunakan pelembab atau mandi air hangat untuk meredakan batuk serta sakit tenggorokannya.

Pasien corona sedang
Moderate cases atau level sedang adalah mereka yang positif corona disertai dengan nafas tersendat, demam, dehidrasi, oksigen darah rendah (low blood oxygen), dan peradangan pada paru-paru.

Untuk pasien kategori ini, dokter akan memberikan sejumlah penanganan lanjutan.
Tes darah
Sebagaimana diketahui, darah menyebar di dalam tubuh. Tes darah yang menyeluruh bisa memperlihatkan apakah ada yang tak beres dari tiap-tiap organ atau tidak.

Urinalysis
Tes urin dilakukan untuk mendeteksi kelainan seperti urinary tract infections, penyakit ginjal, dan diabetes.

CRP test
C-reactive protein test dilakukan untuk menemukan atau memonitor kondisi tertentu yang bisa menyebabkan peradangan.

Coagulation test
Tes ini mampu mengukur risiko pendarahan atau pengumpalan pada pembuluh darah.

CT scan
Computed Tomography (CT) scan membantu dokter untuk melihat bagian dalam tubuh, membantu mengidentifikasi keberadaan tumor, gumpalan darah, cairan berlebih, atau infeksi.

Arterial blood gas test
ABG test berfungsi untuk menghitung kadar oksigen, karbon dioksida, dan level pH di dalam tubuh yang pada gilirannya mampu mengidentifikasi seberapa baik kondisi paru-paru, hati, dan ginjal.

Cytokine test
Cytokines merupakan sekumpulan protein yang terbuat dari sistim imun. Respon imun seseorang tergantung pada Cytokine ini.

Pasien corona kritis
Menurut WHO, setidaknya ada Sembilan jenis proses yang harus diambil,yang mana hanya tenaga medis yang dapat melakukannya. Secara detail, tindakkan penanganannya bisa dilihat di dalam infografis di atas.

Tapi, secara garis besar tindakan penanganan untuk pasien kategori ini tak lepas dengan kondisi masing-masing pasien sendiri. Ada yang bermasalah dengan pernafasan, ginjal, imunitas, paru-paru, hingga penyakit yang sudah komplikasi.

Untuk anak dan ibu hamil pun penanganannya berbeda, khusus. Dengan pengidentifikasian yang cepat dan tindakan penanganan yang tepat, semua negara bisa belajar bagaimana Cina menuai 87% penyembuhan COVID-19 dari total kasus yang terjadi di negara tersebut.

Temuan obat-obatan yang bekerja efektif tangani kasus corona
Sepanjang penganan kasus virus corona di Cina, saintis dan dokter menemukan sejumlah obat yang bekerja ampuh, termasuk anti-viral drugs dan obat-obatan tradisional China. Selengkapnya bisa dilihat di dalam infografis di atas

Selain itu dokter dan saintis menegaskan bahwa kesehatan mental turut berperan penting dalam proses kesembuhan pasien. Mengatur tingkat stress dan rasa gelisah serta meredakan ketakutan dan kekhawatiran pasien harus jadi bagian proses penyembuhan yang dilakukan oleh tenaga medis.

Langkah melindungi diri dari virus corona rekomendasi WHO
Di situs resminya, WHO memberikan panduan yang bisa dilakukan publik sebagai upaya melindungi diri dari virus corona. Berikut adalah cara-caranya:
  1. Hindari kerumunan.
  2. Hindari berinteraksi dalam jarak yang dekat dengan orang yang sakit atau mempunyai gejala.
  3. Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air, kurang lebih 20 detik, atau gunakan handsanitizer yang mengandung alcohol sekurang-kurangnya 60%.
  4. Tutup mulut atau hidung dengan siku atau tisu ketika batuk atau bersin. Buang tisunya langsung ke tempat sampah.
  5. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut saat kondisi tangan tidak bersih.
  6. Bersihkan atau semprot disinfectan berbagai benda atau permukaan yang sering kita sentuh, missal ponsel.
  7. Hindari memakan makanan mentah atau makanan yang dimasak setengah matang.
  8. Jika datang ke minimarket atau tempat umum yang di Kawasan tersebut sudah ada pasien corona, maka upayakan untuk tidak berinteraksi dengan binatang atau menyentuh hal-hal yang sekiranya sering disentuh orang.

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "Prosedur Pencegahan Penyebaran Virus Corona di atas Kapal"

Posting Komentar