IBX5980432E7F390 PROSEDUR BUNKER DI KAPAL - BLOG PELAUT

PROSEDUR BUNKER DI KAPAL

PROSEDUR-PENGISIAN BUNKER DI KAPAL (BUNKER CHECK LIST)

A. PERSIAPAN AWAL - initial preparation
  1. Harus diyakini bahwa semua personil yang terlibat siap dan tanggap atas segala kemungkinan yang terjadi. Ensure all personnel are aware of intention to bunker, as well as emergency response procedures.
  2. Diskusi rencana pengisian BBM & urutan pengisian tangki dengan Mualim yang terlibat. Discuss bunkering plan & tank sequence with officer involved.
  3. Tutup dan amankan semua katup buangan. Close & secure all associated overboard discharge valves.
  4. Tutup dan pasang flensa kedap untuk manifol yang tidak dipakai. Close & blank off all unnecessary manifold valves / connections.
  5. Sumbat semua buangan air geladak agar kedap minyak / air. Plug all desk scuppers & make oil/water tight.
  6. Bersihkan sekitar tempat pengisian, amankan semua sumbat. Empty out & plug save-alls. 
  7. Siapkan material penyerap (oil absorbent) di lokasi tertentu. Place oil absorbent materials in key locations.
  8. Siapkan sarana pengeringan air yang berkumpul di geladak. Provide means of draining off any accumulations of water on deck. 
  9. Siapkan sarana komunikasi antara tempat tempat pengisian, mualim jaga dan kamar mesin. Establish common communication link between bunkering station,duty officer & engine room.
  10. Periksa apakah pipa udara tangki BBM terlah terbuka. Check all bunker tank air pipes are open & unlogged.
  11. Pastikan apakah tutup pipa duga telah kedap kecuali yang sedang dipakai. Ensure all sounding pipe caps are tight,except when sounding tank.
  12. Pastikan apakah konfirmasi ruang masih tersedia dari tangki BBM diisi. Reconfirm space remaining in all bunker tank to be filled.
  13. Periksa apakah semua high level alarm tangki BBM berfungsi. Check all bunker tank high level  alarm are functioning.
  14. Harus diyakini bahwa semua sarana PMK telah disiapkan. Ensure all fire precautions are observed.

B. MENJELANG PENGISIAN BBM - PRIOR TO BUNKERING
1.Periksa apakah panjang selang mencukupi. Check hose & is of sufficient length.
2.Periksa apakah ada kerusakan selang dan kopling. Inspect hose & coupling for damage.
3.Periksa apakah berat selang tidak melebihi SWL derek boom. Check weight of hose does not exceed SWL of vessel's lifting gear.
4.Siapkan bak penampung dibawah kopling selang. Place drip trays under hose couplings & plunges.
5.Periksa apakah spesifikasi dan value telah sesuai. Check delivery note quantity&specification are correct.
6.Diskusikan rencana pengisian dengan pihak pemasok. Discuss bunkering plan with supplier.
7.Diskusikan tindakan-2 darurat sesuai prosedur dengan pemasok. Discuss vessel's emergency response procedures with supplier.
8.Diskusikan prosedur respon dari pemasok jika terjadi keadaan darurat. Discuss supplier's own emergency response procedures.
9.Siapkan jalur komunikasi antara kapal dengan pemasok. Establish communication link between  vessel and supplier.
  • Setujui sistem sinyal dengan pemasok. Agree signaling system with supplier.
  • Sebelum pemompaan. Commence pumping'
  • Pengurangan kecepatan pompa. Reduce pumping rate
  • Penghentian pemompaan. Cease pumping
  • Penghentian dalam keadaan darurat. Emergency stop
10.Setuju Volume BBM yang dipompa oleh pemasok ke kapal. Agree with supplier the quantity of oil to be pumped aboard.
11.Setuju satuan ukuran (metrik ton, meter kubik, barrel). Agree unit of measure (metric tones, cubbies  metres, barrels, etc).
12.Setuju kecepatan dan tekanan maksimum pemompaan. Agree maximum pumping rate & pressure.
13.Lakukan analisa spot dengan sarana yang ada di kapal (bila tersedia). Carry out spot analysis with vessel's fuel test kit (if available).
14.Lakukan test kesesuaian (bila tersedia sarana).Conduct compatibility test, if necessary.
15.Setujui kecocokan pembacaan meter dari darat / tongkang. Sight,agree&record shore barge meter readings.
16.Tunjuk seorang ABK untuk membentangkan tali tambat selama pengisian BBM. Appoint seamen to tend mooring lines during bunkering.
17.Pasang kasa-kasa api didepan dan dibelakang. Rig fire wires fore & aft.
18.Yakin bahwa tangki limpah telah disiapkan. Ensure designated overflow tank is prepared.
19.Persiapan pipa isi dan buka katup-katup yang diperlukan. Prepare filling line & open all  relevant valves.

C. SELAMA PENGISIAN-DURING BUNKERING

  1. Mulai pemompaan dari kecepatan minimal. Commence bunkering at minimum pumping rate.
  2. Monitor tekanan pipa pengisian. Monitor supply line pressure.
  3. Periksa apakah ada kebocoran selang. Examine hose connections for leakage.
  4. Kurangi kecepatan pemompaan dan/atau buka tangki sebelum ditambah. Reduce pumping rate and/or open tank before topping up.
  5. Tutup katup setiap selesai pengisian satu tangki. Close valves as each tank is complete.
  6. Saksikan tanggal dan tanda tangan bersama sisakan untuk stempel dan disegel. Witness, date, jointly countersign & retain sealed bunker samples.
  7. Yakinkan setelah selesai lakukan ullage untuk pengeringan selang / penutupan saluran. Ensure sufficient ullage in final tank for hose draining/line blowing.
  8. Beritahukan pemasok bila telah mencapai tangki terakhir. Notify supplier when final tank is reached.
  9. Beri kesempatan kepada pemasok untuk memberi peringatan kecepatan. Give suppliers timely warning  pumping rate.
  10. Beri waktu bagi pemasok untuk memberi aba-aba berhenti. Give suppliers timely warning to stop pumping.
  11. Keringkan selang setelah selesai pengisian dan tutup semua katup isi. Drain hoses on completion of bunkering, & close all filling valves.
Artikel terkait: BUNKER

D. SETELAH SELESAI PENGISIAN-ON COMPLETION OF BUNKERING
  1. Yakinkan bahwa semua selang telah dikeringkan. Ensure all hoses are full drained.
  2. Tutup dan pemasangan flensa buta dari manifol telah dilakukan. Close & blank off manifold connection.
  3. Tutup dan lepaskan sambungan kopling selang. Blank off disconnected hose couplings.
  4. Konfirmasi ulang apakah semua pipa isi dan katup isi tangki telah ditutup. Reconfirm all bunker line & tank filling valves are secured.
  5. Konfirmasi ulang semua pipa duga tangki bahan bakar. Reconfirm all bunker soundings.
  6. Tetapkan dan setujui catatan pembacaan dari tongkang dengan kapal. Sight, agree & record shoe/barge meter readings.
  7. Periksa apakah penerimaan telah benar. Verify all bunker receipt details are correct.
  8. Isi oil record book. Complete entry into Oil Record Book.
Baca juga: Cara Mudah Menghitung Pemakaian BBM

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

4 Komentar Untuk "PROSEDUR BUNKER DI KAPAL"

  1. Di mana posisi bunker di atas kapal

    BalasHapus
  2. tabung pedam jenis apa disiapkan selama bunker

    BalasHapus
    Balasan
    1. foam, dry powder,atau CO2 cocok.. karena potensi kebakaran dikarenakan bahan cair seperti solar masuk kategori kebakaran kelas B dan kelas B utk pemadam yg cocok yaitu yg saya sebutkan di awal.. tks

      Hapus
  3. Terima kasih atas informasinya
    Jangan lupa kunjungi website kami di http://ppns.ac.id dan http://bit.ly/2YAcKRU

    BalasHapus