IBX5980432E7F390 Meteorologi bagian 2 - BLOG PELAUT

Meteorologi bagian 2

KELEMBABAN UDARA,AWAN,PRESIPITASI

Kelembaban Udara
Kelembaban udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara; hanya 2% dari jumlah massa atmosfer.



Kelembaban mutlak (absolut humidity): 
berat uap air yg tertampung dalam volume udara (g/m3).

Kelembaban nisbi (relative humidity - RH): % perbandingan kelembaban mutlak terhadap kapasitas maksimumnya pada suhu sama.

Kelembaban udara merupakan indikator kapasitas potensial atmosfer untuk terjadi presipitasi.
Uap air bersifat menyerap radiasi bumi, sehingga menentukan kecepatan kehilangan panas ➡️ mengatur temperatur.


Makin besar kelembabanmakin besar jumlah energi potensial laten tersedia di atmosfer ➡️sumber hujan angin (storm).
Suhu yang turun terus menerus, udara jenuh dengan uap air; 

Suhu saat udara jenuh ➡️ suhu TITIK EMBUN (dew point).
Suhu terus menurun (pendinginan) sampai di bawah dew point ➡️ KONDENSASI, terdapat kelebihan uap air dan dilepaskan berupa:
tetesan air bila T > 0oC
kristal es bila T < 0oC.
Semakin tinggi tempatnya, jumlah uap air semakin turun.


Awan☁️
Mula-mula udara naik mengandung uap air suhunya tinggi, kemudian suhu turun mencapai titik embun, & turun terus sampai melampaui titik embun, sehingga terjadi kondensasi, terbentuk kumpulan titik2 air / kristal es yg melayang di atmosfer : AWAN
Jika titik kondensasi dicapai & udara masih terus naik, awan makin banyak.


Bila angin yg kuat menjumpai gunung, maka udara akan dipaksa naik, sehingga suhunya turun, & apabila cukup mengandung uap air akan terbentuk awan.
Massa udara panas bertemu dengan massa udara dingin, udara panas meluncur di atas udara dingin ( terjadi FRONT) & suhu udara panas turun ➡️ awan berlapis mendatar.
Klasifikasi awan
Stratiform :
tumbuh lambat, arus vertikal menyebar luas ;
Cumuliform : arus vertikal kuat, terjadi pada area kecil.

Hasil kongres di Swedia tahun 1894 mengenai pengelompokan jenis-jenis awan:
A. AWAN TINGGI (> 6000 m)

Ci - Cirrus : tipis seperti bulu ayam, kristal es, tidak terjadi hujan
Cs - Cirrostratus putih rata menutup langit, terjadi hallo
Cc - Cirrocumulus : seperti kelompok biri-birikristal esada bayangan
B. AWAN SEDANG (2000-6000 m)
As - Altostratus kelabuberlapis-lapis luas & tebal
Ac - Altocumulus : seperti bola kecil-kecil bergerombolputih pucat kelabu
C. AWAN RENDAH (0-2000 m)
Sc - Stratocumulus : seperti gelombang laut,menutup tipis, tidak terjadi hujan
St - Stratus : rata berlapisluasrendah, seperti kabut

D. AWAN DENGAN PERKEMBANGAN VERTIKAL
Ns - Nimbostratus : putih, luas, tak beraturan, terjadi gerimis
Cu - Cumulus : bergumpal, puncak tinggi, dasar rata
Cb - Cumulonimbus : rendah, puncak tinggi lebar, terjadi hujan, kilat
Awan dekat permukaan tanah :
KABUT / Halimun  ➡️ KABUT SAWAH, KABUT ADVEKSI, KABUT INDUSTRI, KABUT PENDINGIN.
Presipitasi / Pencurahan
Air yang berasal dari awan jatuh ke permukaan tanah dalam bentuk cair (hujan) atau padat (salju)
Kondensasi yang menghasilkan curahan tidak terjadi murni dari penjenuhan uap air, tetapi karena adanya INTI KONDENSASI yang menarik butiran air berupa partikel berukuran 0.1-1 mikron (partikel garam laut,  debu halus dari letusan gunung/industri).

Bentuk curahan ⛈️ :
Hujan (rain) - bentuk cair ðŸš« 0.5 - 4.0 mm.
Teori Findisen : jarak jatuh yang dicapai butiran air melalui udara tak jenuh bertambah jauh sebanding dengan ukuran 🚫4
Salju (snow) - sublimasi uap air di bawah titik beku; bentuk heksagonal. Bila dalam perjalanannya melalui udara ber suhu >0oC, curahan berupa hujan.
Hujan es (hail stone) - bongkah es ðŸš« 5 - 50 mm. Tjd pengangkatan vertikal butir air scr konvektif ke tempat suhu< 0oC, merubah bentuk cair mjd padat (bongkah).

Tipe hujan
Hujan zenithal/konveksi : terjadi di tropika ; sore hari setelah panas maksimal ;bersamaan saat matahari di titik zenith - 2x di lintang kecil, 1x di 23 1/2oLU/LS.; cukup lebat.

Hujan muson / musim : hujan krn adanya angin musim yg melewati lautan ; di Ind. musim hujan terjadi Okt - April (angin musim barat).

Hujan siklon : terjadi di daerah sedang ; sepanjang tahun ; udara naik di daerah depresi, terjadi kondensasi pada ketinggian tertentu.

Hujan frontal : terjadi di daerah front; di lintang  60o-70o; tidak lebat.

Hujan orografis : terjadi di lereng pegunungan yang berhadapan dgn arah datangnya angin. Udara yg bergerak ke puncak menjadi udara kering ketika turun ke sisi lereng belakang (daerah bayangan hujan). Pada kondisi tertentu terjadi hujan es.

In orographic lift, moist air moves up the windward side of a mountain or a cool, dense body of air. The air cools, forms clouds, and rains, leaving the lee side dry. In convective lift, moist air is warmed as it moves over warm ground. As the warm air rises, it cools and forms rain clouds. In convergent lift, air masses come together and are forced upward. They then cool and form rain clouds.

Intensitas & Unsur Curah Hujan
sangat ringan < 1 mm/jam : < 5 mm/24 j
ringan = 1 - 5 mm/jam : 5 - 20 mm/24 j
normal = 5 - 10 mm/jam : 20 - 50 mm/24 j
Lebat = 10 - 20 mm/jam : 50 -100 mm/24 j
sangat lebat > 20 mm/jam : > 100 mm/24 j


Unsur hujan : ion Na, K, Ca, Cl, bikarbonat, sulfat, bentuk2 nitrogen, dll. pH : 3.0 - 9.8. bervariasi thd waktu & tempat.

Klasifikasi Awan
Jenis awan

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "Meteorologi bagian 2"

Posting Komentar