IBX5980432E7F390 MESIN PENDINGIN - BLOG PELAUT

MESIN PENDINGIN

MESIN PENDINGIN DI KAPAL






















Keterangan Gambar:
1.KOMPRESOR
2.OIL SEPARATOR
3.KONDENSOR
4.RECEIVER
5.DRYER/DEHYDRATOR
6.DISTRIBUTOR
7. SELENOID VALVE
8. EXPANSION VALVE
9. EVAPORATOR
10.FEED BACK VALVE

B. Fungsi dan kegunaan tiap-tiap bagian
1. Kompresor (compressor)
Fungsi dari kompressor ialah untuk menghisap gas-gas freon tekanan rendah dari evaporator, kemudian dipampatkan (dikompresi) agar suhu dan tekanannya naik.
2. Oil Separator
Fungsi dari oil separator ialah untuk memisahkan minyak lumas yang ikut dalam gas freon.
3. Kondensor (condenser)
Fungsinya yaitu untuk mengubah bentuk media pendingin dari bentuk gas menjadi cair.
4. Receiver
Berfungsi untuk menampung media pendingin (freon) yang dikondensasikan.
5. Dryer / Dehydrator
Fungsi dehidrator untuk menghilangkan gelembung-gelembung udara dan kelembaban dalam system.
6. Distributor
fungsinya ialah untuk membagi freon ketiap-tiap ruangan.
7. Selenoid valve
fungsi selenoid valve ialah untuk membuka dan menutup aliran media pendingin (freon) kedalam system.
8. Expansion valve
fungsinya ialah untuk mengatur jumlah freon yang mengalir menuju evaporator, dan sekaligus menurunkan tekanan freon didalam evaporator.
9. Evaporator
berfungsi untuk menguapkan freon (media pendingin) setelah menyerap panas agair dapat dihisap oleh kompresor.
10. Feed back valve
berfungsi untuk mencegah agar gas freon dari kompresor tidak kembali ke evaporator.


Gambar di atas ialah sebuah instalasi pendingin yang sederhana, artinya tidak dilengkapi dengan otomat-otomat. Suatu instalasi pendingin di atas adalah suatu instalasi mekanik yang menggunakan suatu cairan pendingin untuk mengambil panas. Cairan tersebut pada masa mi banyak dipergunakan ialah freon 12 dan freon 22.Dalam kapal niaga biasa, jadi bukan niaga yang khusus mengangkut daging, telur, mentega dan lain-lain, dipergunakan freon 12 sebagai pendingin.
Freon (12) ialah suatu jenis freon dari beberapa  deretan freon yang mempunyai titik didih -29,8°C pada tekanan atmosfir sedangkan freon (22) mempunyai titik didih -40°C dan dipakai di kapal-kapal yang mengangkut daging (deep freeze) atau barang-barang lainnya yang harus didinginkan pada suhu yang rendah sekali.


1. Peredaran freon ini dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
a. Bagian tekanan tinggi dan 
b. Bagian tekanan rendah
Pada bagian tekanan tinggi jalannya peredaran ialah melalui kompresor, pemisah minyak, kondensor, penampung.dan terns ke klep ekspansi. Pada bagian tekanan rendah jalannya peredaran ialah melalui klep ekspansi, evaporator, dan selanjutnya kembali lagi ke kompresor. Penjelasan-penjelasan bagian-bagian yang tersebut di atas gunanya ialah untuk memudahkan penyelidikan kita bila terjadi gangguan yang tidak diinginkan.


Jalannya proses pendinginan sebagai berikut : Kompresor kita jalankan.la menghisap gas freon dari evaporator yang mempunyai tekanan rendah dan dikeluarkan dari kompresor dengan tekanan tinggi. Freon yang keluar dari kompresor bersifat gas dan cairan dengan suhu yang tinggi. la mengalir melalui pemisah minyak.Karena freon itu lebih ringan dari pada minyak, maka minyak itu selalu berada dibawah. Minyak dialirkan kembali ke kompresor dari bagian bawah tabung pemisah melalui pipa kecil yang dihubungkan dengan karter (bag.bawah) kompresor. Adanya minyak ikut didalam peredaran, ialah disebabkan pelumuran 
pada kompresor seperti bantalan-bantalan, ring-ring torak dengan silinder-silinder.


Freon yang telah dipisahkan dari minyak mengalir kekondensor. Dalam kondensr freon didinginkan dengan air laut dengan perantara pompa pendingin. Freon yang didinginkan itu menjadi cair untuk selanjutnya ditampung didalam sebuah pelampung (receiver). Cairan freon selanjutnya mengalir keklep ekspansi dengan melalui dehidrator atau pengering.
Dari klep ekspansi freon dialirkan kedalam ruangan (atau pipa-pipa) yang mempunyai tekanan lebijh rendah agar mengembang. Pengembangan inilah yang diperiukan untuk menghisap panas yang berada diruang beku. Ruangan atau pipa-pipa beku itu disebut evaporator atau penguap freon. Selanjutnya gas freon dihisap kembali kekompresor. Pada instalasi jaman sekarang apalagi yang terdapat pada kapal-kapal niaga, maka untuk menghemat tenaga serta mencegah kerusakan, instalasi tersebut dilengkapi dengan otomat-otomat yang maksudnya untuk memudahkan pengawasan dan baik atau tidaknya jalannya instalasi.

2. Kondensor:
Sebagai telah diterangkan sebelumnya gas meninggalkan kompresor dengan tekanan tinggi dan suhu tinggi. Adalah menjadi tugasnya kondensor untuk merubah gas freon yang panas menjadi freon yang cair untuk selanjutnya digunakan kembali dalam proses pendinginan.
Kondensor itu ada 2 macam;
  1. Kondensor dengan pendingin udara yang biasanya digunakan pada instalasi kecil seperti lemari es, lemari air dingin dan lain-lain.
  2. Kondensor dengan pendingin air biasa atau air laut yang sering dipakai dikapal-kapal niaga. 
Kondensor jenis Nomer 2 akan kami terangkan dibawah ini:
Kondensor freon dengan pendinginan air umumnya terdiri dari sebuah silinder dengan berpuluh-puluh pipa yang didalamnya dialirkan air pendingin.Gas-gas yang panas dialirkan didalam silmder itu dan selanjutnya mengembun (menjadi cair) bila gas-gas tersebut mengenai dinding luar dari pipa pendingin. 

Konstruksi kondensor juga ada dua macam :

  1. Kondensor yang menggunakan pipa-pipa berbentuk U dan dirol pada pelat-pelat pipa-pipa untuk mencegah kebocoran.
  2. kondensor yang menggunakan piap-pipa lums dan pada tiap-tiap ujungnya disolder perak pada pelat pipa-pipa . Pada kondensor ini air pendingin dialirkan 4 kali, ialah dengan membagi ruangan sedemikian rupa hingga dipaksa beredar 4 kali.
(lihat gambar berikut):






















Pada kondensor-kondensor tersebut diatas umumnya mempunyai beberapa apendasi atau alat-alat keamanan seperti klep keamanan atau safety vah •e. karena pembuang udara atau purge valve (klep pembersih), gelas penduga atau gauge gaiss dan sebuah equalizing pipe ialah pipa penghubung gas antara kondensor dan penampung dan gunanya agar freon yang cair dapat mengalir kedalam penampung dengan mudah.

3. Penampung freon atau receiver :
Bila kapasitas mang pada kondensor cukup besar, maka penampung rreon tidak diperlukan. Dalam hal ini kondensor dan receiver menjadi satu dan disebut kondensor-receiver.
Bila dalam instalasijuga terdapat sebuah receiver tersendiri, maka pada hubungan pipa antara kondensor dan receiver hams dipasang sebuah keranan. Apendasi-apendasi yang dipasang pada receiver sama dengan apendasi yang disebut pada kondensor. Gelas penduga pada kondensor tidak diperlukan.

4. Papan dehydrator (dehydrator panel):
Setelah kotoran freon ditampung didalm receiver, maka ia dialirkan kepapan keranan-keranan pembagian dan melalui dehidrator atau pengenng .
Dehidrator umumnya dipasang sebagai bypass (tidak langsung) pada pipa freon. Telah dijelaskan, K-aren suatu kebocoran pada bagian tekanan rendah akan terjadi kekurangan freon. Bila bagian itu (misalkan shaft seal) tekanannya kurang dari tekanan atmosfir, maka ada kemungkinan udara tuar akan dihisap oleh kompresor untuk selanjutnya bersama-sama dengan gas freon. Telah diketahui bahwa udara luar selalu mengandung air. Udara basah itu sebagian akan mengembun iuga menjadi cair, dan lain berupa udara kering. 
Air berada didalam kondensor lerus dialirkan ke receiver untuk selanjutnya kepapan pembagi.
Air ini menggunakan peredaran freon, karena ada kemungkinan ia akan menyumbat atau membeku didalam klep ekspansi. Juga minyak tumur bereampur dengan air akan merupakan atau mengadakan sludge (endapan) yang mengganggu peredaran minyak lumur. Kecuali udara dengan air mengadakan oksidasi pada pipa-pipa, keranan dan lain bagian.

Guna menghisap air yang beredar maka dipasang dehidrator sebagai tersebut diatas. Didalam dehidrator atau umumnya disebut dryer atau pengenng terdapat zat-zat pengenng seperti : Silicagel, barium oxyde, calcium chlorida, calcium sulphate, activated alumina (AlO.i), sovabead dll. Untuk instalasi freon sebaiknya menggunakan Silecagel atau activated alumina. Yang paling baik lalah Sovabead. Dehidrator ini hanya dipergunakan bila hendak menambah freon atau bila ada persangkaan bahwa didalam peredaran terdapat air. Zat-zat pengenng yang baik mempunyai sifat-sifat:
1. Tidak beroksidasi terhadap bahan-bahan yang dipakai dalam instalasi
2. Tidak hancur menjadi bubuk
3. Tidak menghisap freon
4. Tidak menghisap minyak lumur
5. Mudah menghisap air.









C. Persiapan sebelum mesin pendingin di start
  1. Periksa sumber listrik ( power)
  2. Periksa minyak lumas pada crank case compressor
  3. Periksa katup masuk dan keluar air pendingin kondensor serta tekanannya
  4. Periksa j umlah freon
  5. Periksa katup-katup pada system
  6. Periksa kondisi v - bait
  7. periksa suhu kamar pendingin sebelum mesin pendingin di jalankan
Pekerjaan sesudah di start

  1. periksa bunyi abnormal / temperatur pada kompressor
  2. Periksa kemungkinan teriadi kebocoran pada system freon
  3. Periksa tekanan kerja normal pada pressure gauge suction da discharge
  4. periksa tekanan / temperatur air pendingin kondensor
  5. Periksa penyerapan panas pada ruang evaporator
Pekerjaan saat mesin pendingin stop

  1. Hentikan kerja kompressor, setelah freon terkumpul di kondensor
  2. Tutup kran pada receiver apabila di stop dalam waktu lama
  3. Melakukan defrosting (menghilangkan bunga-bunga es) pada evaporator
  4. Tutup stop valve ke kompressor, biarkan selama beberapa menit sampai semua gas refrigerant berubah menjadi cair
  5. Matikanams listrik (off power)
D. Pemasangan alat-alat pengontrolan freon yang cair
Dalam bagian akan kami terangkan alat-alat pengontrolan freon yang seringkali digunakan.
Alat-alat pengontrolan freon yang cair terdiri dari :
  1. Filter atau sarinean.
  2. Klep selenoid atau selenoid valve.
  3. Sekakelar suhu atau termotatikc switch.
  4. Klep ekspansi suhu (termotatic expansion valve).
  5. Pengatur tangan klep ekspansi atau hand expansion valve.
  6. Pengatur tekanan isap atau suction pressure regulating valve.
  7. Pengatur kapasitet atau compressor capacity control.
1. Filter atau saringan
Filter atau saringan gunanya untuk menahan atau menyaring kotoran-kotoran yang dibawa oleh freon cair sebelum freon itu masuk melalui solenoid valve dan expansion valve ke evaporator.

Kotoran ini umumnya terdiri dari kotoran bekas las , soldir , bekas gergaji, kotoran dari oksidasi atau dehydrator. Kotoran -kotoran ini bila tidak ditahan akan menutup lubang-lubang aliran freon terutama exspansioan valve, mengotori kompresor yang mengakibatkan rusaknya torak , dinding silinder dan ring-ring torak.

2. Klep solenoid atau solenoid valve.
Solenoid valve letaknya diantara filter dan expansion valve. Tugas utama ialah mengatur suhu kamar dingin. Cara kerjanya valve ini diatur oleh thermostatic switch yang mempunyai kontrol bulb atau tabung pengontrol yang letaknya didalam kamar dingin. Bila aliran listrik mengalir kedalam kumparan atau coil, maka timbullah lapangan magnit yang akan menarik pluyer best lunak keatas untuk kemudian mengangkat klep j arum. Kemudian klep mengalir ke evaporator melalui klep itu. Lihat Gambar berikut.
Bila aliran listrik terputus, maka klepjarum jatuh kembali, karena berat klep serta plunyer. Freon tidak mengalir lagi kedalam evaporator.

3. Sekakelar suhu atau thermostatic switch.
Bentuk dan konstruksi dari thermostatic switch hampir sama dengan pressure switch.Bedanya ialah pada pressure switch, membran dihubungkan dengan bagian isap atau tekan dai kompresor. Pada thermostatic switch, membran dihubungkan dengan control bulb atau tabung pengontrol yang letaknya didalam kamar dingin. Control bulb ini diisi dengan freon atau gas lain yang mudah memuai oleh suhu. Bila suhu didalam kamar baik, maka suhu didalam juga naik. Karena kenaikan suhu ini naikpula tekanana gas untuk kemudian tekanan ini mendorong membran kedalam dan terjadilah hubungan listrik dengan selenoid valve. Pluyer terangkat dan freon mengalir ke evaporator kamar dingin. Bila suhu didalam kamar dingin sudah cukup rendah, maka tekanan gas didalam control bulb turun dan membran ditekan keluar oleh pegas aliran listrik keselenoid valv terputus dan kemudian pluyer menutupjalannya freon. Lihat Gambar berikut.

















4. Klep ekspansi suhu.
Ktep ekspansi suhu ini gunanya untuk mengaturjumlah freon yang mengalir kedalam evaporator kamar dingio. Cara kerjanya sbb:
Ruangan diatas membran dihubungkan dengan control bulb (Lihat Gambar dibawah) yang dilatekkan pada pipa bagian isap dari kompresor dekat pipa buang evaporator.

Didalm ruangan dibawah membran terdapat sebuah pegas yang dapat diatur fceras atau lunaknya tegangan pegas itu. Keeuali itu ruangan ini juga dihubungkan evaporator denan perantara pipa penghubung atau equalizing pipe. Tekanan didalam ruangan ini selalu sama dengan tekanan didalam evaporator. Bila suhu kamar dingin naik, maka suhu ini juga akan mempengaruhi gas didalam control bulb. Tekanan gas tersebut. Naik dan mendorong membran kebawah. Klep ekspansi terbuka lebar dan freon mengalir ke evaporator. Tekanan didalam evaporator akan naik , karena freon yang mengalir kedalam menguap semuanya, tetapi pada suatu waktu tekanan itu menjadi tetap (stabil), karena gas-gas freon diisap oleh kompresor. Bila tekanan gas masih terus meningkat, disebabkan penguapan didalam evaporator terlalu banyak dan kapasitet kompresor tidak mencukupi, maka tekanan gas itu akan mendorong membran keatas melalui equa'lizig pipe dan selanjutnya klep ekspansi tertutup atau terbuka sedikit saja. Dengan cara demikian akan terjadi keseimangan jumlah berat freon yang mengalir kedalam evaporator denganjumlah berat gas freon yang diisap oleh kompresor itu.

Bila suhu kamar dingin sudah cukup rendah, tetap belum cukup dingin guna mematikan selenoid valve, maka kemungkinan, bahwa sebagian dari freon cair akan masuk kedalam kompresor dengan mengakibatkan kerusakan pada kompresor itu. Control bulb yang diletakkan pada pipa isap dekat bagian pipa buang evaporator itu akan mencegah kerusakan yang tidak kita inginkan. Suhu yang rendah pada pipa buang itu mempengaruhi tekanan gas didalam control bulb. Karena berkurangnya tekanan lawan diatas membran, maka pegas mendorong membran keatas serta memperkecil atau menutup arus freon yang masuk ke evaporator.















5. Pengatur tangan klep ekspansi atau hand expansion valve.
Klep ini dipasang sejajar dengan thermostatic expansion valve dan lazim disebut bypass valve. Bypass valve ini digunakan bila thermostatic valve atau bila hendak membersihkan filter.
Konstruksi bypass valve ini sama demgam keranan-keranan biasa yang digunakan untuk instalasi pendingin.

6. Pengatur tekanan isap atau suction pressure regulating valve.
Pengatur tekanan isap, umumnya digunakan untuk mencegah terjadinya suhu-suhu yang rendah dan mungkin akan mengakibatkan kemsakan pada bahan-bahan yang didinginkan seprti sayur-sayuran, buah-buahan, susu, mentega dIL Regulating valve ini mengatur perbedaan tekanan antara evaporator dan bagian isap kondensor. Dengan cara yang demikian suhu yang rendah sekali dapat dicegah. Ekspansi tidak dapat berlangsung terus hingga tekanan isap kondensor. Tekanan gas didalam evaporator diatur antara 2,5 - 3 Kg/cm2 atau suhu terendah yang dapat dicapai didatam evaporator itu ialah + 4°C. 

7. Pengatur Kapasitet atau Capacity Control
Sebuah kompresor dari suatu instalasi pendingin umumnya mempunyai
muatan yang tidak tetap.ini disebabkan oleh otomat-otomat yang dipasang pada
instalasi itu. Otomat-otomat itu dipengaruhi oleh suhu-suhu didalam kamar-kamar
pendingin. Oleh sebab itu, untuk kepentingan ekonomi dan penghematan dipasang
alat-alat pengontrol kapasitet.
Pengontrolan kapasitet dapat dilaksanakan dengan 4 eara:
a. Dengan mengatur kecepatan kompressor, ialah dengan perantaraan roda-roda gigi, ban-ban pengatur atau dengan variable switch (pengatur tahanan listrik).
b. Dengan memperbesar ruang kompressi dari tiap silinder.
c. Dengan dekompresi pada besar atau kecilnya kapasitet diatur dengan banyaknya silinder yang digunakan. Cara mengatumya ialah dengan menghilangkan tekanan minyak lumur yang menuju ke torak dekompresi. Dengan eara demikian silinder yang bersangkutan tidak bekena. Menghilangkan tekanan ini diatur oleh sebuah solenoid valve yang juga dikomando oleh sebuah pressure switch untuk kapasitet. (lihat gambar)

Bila tekanan isap mulai tui-un, ini berarti bahwa beberapa kamar dingin sudah mencapal suhu-suhu yang dikehendaki, dan juga beberapa klep-klep ekspansi dan klep-klep solenoid dalam keadaan tertutup, capacity control switch ini mulai bekeria sebelum section pressure control switch bekerja untuk mematikan
kompressor.
d. Dengan mematikan beberapa kompressor serta motomya
Dalam hal im banyaknya kompressor yang dijalankan oleh motor-motor listnk untuk menentukan kapasitet itu. Bila suatu instalasi memerlukan kapasitet maksimun 300.000 kilo-kalori/iam, maka pengontrolan kapasitet dapat dilaksanakan dalam 3 tingkat lalah, sebuah kompressor dengan berkapasitet 8.000 kilo-kalon/iam dan dua kompressor berkapasitet 11.000 kilo-kalori/jam. Pada instalasi sekarang pengontrolan kapasitet yang seringkali digunakan ialah kombmasi dan cara no.3 dan no.4.



















E. Penyimpanan bahan makanan didalam kamar dingin.
Tujuan pendinginan bahan makanan seperti daging, buah-buahan.sayur-sayuran, ikan dll., ialah untuk menyimpan bahan-bahan itu untuk waktu yang tertentu dengan tidak mengurangi mutu bahan-bahan itu.

Menyimpan bahan-bahan itu dalam suhu yang rendah memperlambat bahan-bahan itu menjadi matang danjuga memperlambat terjadinya atau meluasnya bakteri- bakteri yang mengakibatkan membusuknya bahan-bahan itu.
Sebelum kita menerima bahan-bahan makanan, harus kita teliti terlebih dahulu, apakah bahan-bahan itu dalam keadaan baik agar kita tidak mempengaruhi bahan-bahan makanan yang sudah ada dalam kamar dingin. Seperti daging hams dalam keadaan beku atau baik, bila daging itu hams disimpan untuk waktu yang lama. Bila daging itu luamya sangat lembek, itu menandakan kurang baik mutunya. Juga hams diperiksa apakah pada daging hams digantungkan dan hams ada jarak antara satu sama lain agar udara dingin dapat beredar. Suhu kamar dingin hams tetap rendah agar tidak terbentukjamur-jamur itu. Bila kita terima daging yang barn dipotong.maka pendinginan mengambil waktu yang lama sekali sebelum daging itu membeku, sehingga jamur dapat terbentuk dengan akibat mutu berkurang atau daging itu menjadi busuk. Dalam hal ini sebaiknya menerima daging dalam jumlah yang terbatas atau daging dipotong kecil-kecil guna memudahkan udara dingin dapat meresap kedalam. Juga jangan dilupakan bahwa darah hams dikeluarkan sebanyak-banyaknya karena akan mengganggu pendinginan.

Sayur-sayuran mudah bembah wama atau lekas busuk,bita disimpan lebih lama tiga minggu denagn suhu +12°C. Sayur-sayur itu dapat disimpan lebih lama bila direndam sebentar didalam air panas atau uap air untuk selanjutnya dibekukan didalam kamar beku dengan suhu -10°C.Cara menyimpan bahan-bahan makanan hams demikian rupa diatumya sehingga udaradingin dapat mudah beredar.
Bila ada timbunan bahan-bahan makanan, maka didalamnya tidak dapat didinginkan. Panas akan mengumpul didalamnya yang mengakibatkan mempercepat proses mematang dan selanjutnya membusuk.


Pada beberapa jenis buah-buahan mengeluarkan banyak gas-gas carbon dioxide (C02) yang sangat membahayakan kesehatan. Jiunlah gas yang dibentuk tergantung dari pada suhu kamar dingin ; pada suhu 15° akan mengeluarkan lebih banyak gas-gas dari pada suhu 8°C. Juga pada sayur-sayuran mengeluarkan gas-gas itu, seperti wortel-wortel.
Buah-buahan dan sayur-sayuran umumnya memerlukan zat asam (02 ) dan mengeluarkan C02 bila proses mematang masih tenis berlangsung. Perlu diadakan pergantian udara baru ialah dengan ventilator yang mengisap udara baru atau dengan membuka pintu-pintu selebar-lebamya. Sebaiknya pergantian udara dijalankan tiga atau empat hari sekali.
Salju atau es akan terbentuk pada pipa-pipa evaporator. Hal ini satu keadaan yang memaksa, karena kalau tidak dijalankan, maka akibatnya sayur dan buah-buahan akan lebih cepat membusuk.

Dibawah ini kita berikan daftar lamanya bahan makanan dapat disimpan
Bahan makanan

Lamanya penyimpanan dengan suhu-suhu

-18°C

-IsT

-12°C

Daging sapi .....................................

14 bulan 11 bulan 9 bulan 7 bulan, 5 butan 3 bulan

31 bulan 9 bulan 7 bulan 5 bulan 3 bulan 2 bulan

7 bulan 5 bulan 3 bulan 2 bulan 1 bulan 1 bu!an

Savuran, buah-buahan ........................

Daging kambina, ayam, teior ................

Daging babi, ham ke}u .......................

Ikankecil.......................................

Ikan beriemak, hati sapi. makanan masak

Kapal niaga yang tidak mengangkut muatan beku (refrigerated cargo) umumnya
mempunyai kamar dingin hanya untuk menyimpan bahan makanan keperluan
anak buah kapal.
Mengingat ruangan yang terbatas sekali, maka persediaan bahan makanan juga
terbatas.

Suhu-suhu yang dipakai untuk kamar-kamar dingin ialah sebaga berikut :
Kamar daging mempuntai suhu -10°C dengan persediaan untuk 3 bulan Kamar iakn mempunyai suhu   -12°C    dengan persediaan untuk 1 bulan Kamar sayur mempunyai suhu +10°C dengan persediaan untuk 1 bulan Kamar lobby mempunyai suhu + 8°C dipakai    sebagai    pendinginan permulaan sebelum daging-dagmg dimasukkan kekamar daging. Juga untuk menyimpan daging yang beku sebelum daging itu dimasukkan.

F. Pemeliharaan dan perbaikan gangguan pad instalasi mesin dingin.
Defrosting ialah menghilangkan (mencairkan) es atau salju yang melakat pada pipa-pipa evaporator.

Telah diterangkan bahwa es yang menutup pipa-pipa evaporator merupakan i so last yang mempengaruhi pendinginan. Pencairan es atau defrosting itu dapat dijalankan sbb :
a. Es yang melekat dapat dikeruk setelah instalasi dimatikan untuk sementara waktu.
b. Dengan mengatirkan udara luar yang panas kedalam kamar beku denagn perantara kipas angin.
e. Dengan perantaraan panas listrik atau uap air.
d. Dengan menyiram air panas.
e. Dengan mengalirkan gas freon yang panas langsung kompresor ke evaporator
melalui pipa-pipa defrosting. Hal ini akan kami terangkan lebih lanjut.

1. Defrosting dengan gas-gas panas.
Dengan cara ini gas-gas freon dari kmpresor tidak dialirkan kekondensor, tetapi
langsung ke evaporator yang akan dihaneurkan esnya.
Freon yang panas mengembun didalam evaporator untuk selanjutnya dialirkan ke
evaporator kedua dan seterusnya diisap kembali oleh kompresor.
Evaporator pertama seolah-olah bekerja sebagai kondensor.
Bila kita melihat gambar, maka cara ini dapat dikerjakan sebagai berikut :

Tutup terlebih dahulu keranan "A" dan "P' sehingga freon tidak terus mengalir ke evaporator no. 1 dan no. 2 keranan D juga harus ditutup. Buka keranan B untuk defrosting dan juga keranan "C" dibuka sehingga tekanan didalam evaporator no. 1 sama besamya dengan tekanan didalam kondensor.

Bila tekanan sudah sama besamya, maka bukalah keranan "E" dan freon yang sudah dicairkan didalam evaporator no. 1 itu akan menguap lagi didalam evaporator No.2 untuk selanjutnya akan diisap kembali oleh kondensor.

















2. Membuang Udara dari Instalasi.
Sebagai yang telah diterangkan semula, udar merupakan gangguans jalannya proses pendinginan dan sebaiknya udara itu dibuang. Bila tidak ada pompa vacuum tersendiri unutk mengisap udara itu, maka dapat digunakan. kompresor pendingin itu juga.

Cara membuang udara sebagai berikut. :
Tutuplah keranan buang (delivery valve) pada kompresor dan lepaskan thermometer pada keranan itu. Keranan isap dalam keadaan terbuka. Jalankan kompresor untuk mengisap udara dari system dan dibuang keluar melalm lobang bekas thermometer. Bila manometer tekanan isap telah menunjuk vacuum sebesar 60 cm, hentikan kompresor dan pasanglah thermometer itu kembali. Dalam keadaan biasa kompresor tidak dapat dijalankan untuk menempatkan vacuum, karena penyetelan low pressure switch pada tekanan sedikit diatas atmosfer.

Dalam hal ini low pressure switch teriebih dahulu distel pada tekanan vacuum itu atau dapat juga dengan menyelipkan sebuah obeng diantara jari-jari kontak low pressure switch itu. Tunggulah beberapa jam guna mengetahui apakah vaeum akan turun, yang menunjukkan adanya bocoran di dalam system. Apabila tidak ada bocoran maka pekerjaan membuang udara yang madih tertinggal dapat dilanjutkan. Sambunglah botol freon yang telah tersedia dengan bagian tekanan tinggi, lalah dengan papan dehydrator. Pada papan dehydrator terdapat keranan untuk isi.

Bukatah keranan botol freon dan keranan isi, sehingga tekanan isap mencapai tekanan vacuum sebesar 30 cm. Kemudian keranan botol freon ditutup kembali. Tutup keranan buang kompresor, dan lepaskan sekali lagi thermometer yang pada keranan itu. Jalankan kompresor hingga tangan yang diletakkan diatas lobang bekas thermometer terasa dingin. Ini berarti bahwa udara telah diisap keluar sama sekali. Tutup lagi loobang thermometer dan buka keman buang dan pengisian freon dapat dilanjutkan sehingga freon eair dapat terlibat didalam gelas penduga setinggi ^ gelas. Pada waktu mengisi kompresor harus terus dijalankan.

Pada instalasi pendingin yang telah berjalan beberapa waktu lamanya ialah kira-kira 3-5 bulan, ada kemungkinan bahwa udara telah masuk kedalam system itu. Jika demikian, maka sebaiknya freon didalam system itu dikumpulkan didalarn penampung freon.

3. Menambah Freon.
Suatu instalasi pendingin yang sedang berjatan tidak akan kekurangan freon bila tidak ada keboeoran. Bila instalasi ini kekurangan freon- ini tentu disebabkan oleh bocoran. Bocoran ini dapat terjadi pada kompresomya, klep-klep keranan-keranan, pipa pada hubungan las, pipa-pipa kondensor, gelas penduga dari receiver dan lain lain. Sebelum kita menambah freon, maka bocoran-bocoran yang mungkin terjadi pada bagian-bagian yang tersebut diatas hams diperbaiki dahulu.
Mencari bocoran harus dengan satu alat yang khusus dipakai untuk instalasi itu.
Alat demikian dinamakan "Halide - Torch".
Alat-alat ini atau lampu ini dapat dipakai bila tidak banyak kebocoran.
Karena instalasi freon selalu mempunyai tekanan lebih dari pada tekanan
atmosfer, maka bila terjadi kebocoran, gas freon akan keluar.

Dengan menggunakan Halide torch ini nyala yang tadinya berwama bim akan berubah menjadi hijau bila kita letakkan dekat bocoran. Apabila lampu itu sebelum diletakkan pada bocoran yang hendak dicari telah menyala hijau, maka ini berarti bahwa ruangan kompresor telah penuh dengan kebocoran gas freon. Dalam hal ini Halide Torch tidak dapat digunakan lagi. Guna mencari bocoran ini kita harus menggunakan air sabun (busanya), karena bocoran itu terlalu besar untuk diketahui dengan Halide Torch. Air sabun ini sebaiknya dicampur sedikit dengan beberapa tetes glycerin. Glycerin ini mempunyai tugas agar air sabuntidak lekas kering. Bila ada bocoran, maka terbentuk gelembung-gelembung pada air sabun.

Setelah bocoran-bocoran diperbaiki, maka kita dapat mulai dengan mengisi atau menambah freon. Pertama kita harus sediakan alat-alatnya yang perlu guna pekerjaan tersebut diatas:
  1. Kunci-kunci yang diperiukan.
  2. Timbangan.
  3. Pipa untuk menghubungkan botol freon dengan nipple pengisi.
  4. Botol freon yang berisi.
Mengisi atau menambah Freon dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Pada bagian tekanan tinggi dengan melalui dehydrator.
  2. Pada bagian tekanan rendah.
Mengisi melalui tekanan tinggi mempunyai keuntungan, ialah air dapat diisap oleh dehydrator, bila ada air dalam botol itu. Kerugiannya adalah bahwa freon dalam botol tidak dapat diisap kosong. Bila tekanan didalam botol sudab sama dengan pipa bagian tekanan yang tinggi itu, maka freon tidak mengalir lagi.


Dalam hal ini Freon yang masih tertinggal didalamnya agar dihubungkan dengan tekanan rendah. Sisa Freon selanjutnya akan diisap kosong sehingga tekanan botol mencapai tekanan isap kompresor.

Sebelum mengisi Freon timbanglah teriebih dahulu botol dengan isinya. Sebaiknya botol digantung pada timbangan dengan kepala sedikit condong kebawah untuk mcmudahkan Freon cair mengabr kedalam pipa isi. Lihat gb. 15. Dengan digantungnya botol pada timbangan, kita dapat mengetahui dengan segera benyaknya Freon yang masuk didalam system pada setiap waktu. Setelah pekerjaan menghubugkan botol dengan pipa isi telah dijalankan, maka bukalah keranan pada botol sebanyak % putaran. Selanjutnya buka sedikit nippel yang menhubungkan dengan pipa tekanan tinggi (pipa isi) pada papan dehydrator guna membuang udara yang ada dalam pipa penghubung.

Setelah udara dikeluarkan dari pipa itu, selanjutnya nippel hams dikeraskan kembali. Buka keranan botol Freon dan keranan isi dengan perlahan-lahan guna mencegah kerusakan pada pipa lain karena arus Freon cair yang mengalir dengan derasnya. Telah diterangkan semula, bahwa Freon hams diliwatkan dehydrator bila mengisi. Bila pekerjaan pengisian selesai, maka untuk selanjutnya tidak lagi melalui dehydrator, tetapi langsung dengan pipa bypass.

Mengosongkati atau mengurangi Freon dari instalasi.
Bila instalasi kekurangan Freon atau instalasi itu harus dikosongkan karena ada kerusakan yang mengharuskan Freon dipindahkan dahulu dari instalasi, maka caranya sebagai berikut:
a. Jalankan kompresor dengan keranan diantara papan dehydrator dan evaporator
dalam keadaan tertutup, sehingga vacuum bagian isap mencapai sebanyak 60
cm. Kemudian kompresor dihentikan. Freon akan terkumpul semuanya di
dalam receiver.
b. Tutup keranan buang pada kompresor dan semua keranan yang ke evaporator
(papan pembagi).
c. Hubungkan keranan isi yang ada dipapan dehydrator dengan botol freon yang
akan diisi dengan perantaraan pipa penghubung.

Harap diperhatikan bahwa botol freon yang akan diisi cukup besar untuk menampung
freon yang berkelebihan. Bila tidak harus ada beberapa botol yang siap untuk dipakai
(diisi). sebelum botol freon dihubungkan, botol itu harus didinginkan lebih dahulu dengan
air es.
d.Bukalah keranan pengisian, keranan botol freon dan keranan-keranan lain yang
berhubungan dengan pengisian itu. Mengalimya freon dari penampung (receiver) akan
berhenti bila tekanan di dalam botol telah sama dengan tekanan di dalam receiver. Dalam
hal mi botol belum dapat dikatakan telah terisi penuh dengan freon. Timbanglah botol
freon untuk mengetahui jumlah berat yang ada di dalamnya sesuai dengan jumlah berat
maksimum yang diperkenankan untuk botol itu.

4. Menambah Minyak Lumur
Minyak lumur yang dipakai pada instalasi pendinginan ialah
Nama Pabrik        Merek
Valvoline Oil   -   Valvoline Oil 3231
BP. Caltex Esso - EnergolLPT-100
Gulf Oil Shell    -  Capella D
Mobil Oil      -      errice 50
Wakefield         -  Veritas Ice Machine Oil 4/5
                         -  Clavus Oil 33
                         -  Gargoyl Arctic Oil no. 300
                         - Icematie Heavy
Bila dikehendaki pemakaian minyak lumur lain dari pada daftar tersebut di atas sebaiknya memilih minyak lumur mineral yang murni dengan beberapa ketentuan sebagai berikut dibawah ini:
Beratjenis - kira-kira 0,90
Titik nyala - 180° hingga 200° P.M.
Titikbeku  -30°C.
Kekentalan (Viscosity) - 4,5 hingga 5,5° Engler
Oksidasi tembaga - negatif
Sisa abu - nihil

Penggunaan minyak lumur janganlah sekali-kali dicampur satu merek dengan merek lain. Bila telah memakai satu jenis merek pakailah seterusnya merek itu juga. Bila merek itu tidak terdapat lagi dan harus ganti merek lain, sebaiknya minyak lumur yang lama dikeluarkan dan system dibersihkan semua (seluruhnya). Campuran minyak lumur dari beberapa jenis minyak lumur mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat dihindarkan. Kekentalan minyak lumur akan berkurang atau akan terjadi hubungan kimia yang tidak kita inginkan.
Membeli minyak lumur sebaiknya dalam kaleng sebesar 20 liter, bila kaleng ini telah dibuka dan isinya tidak habis dipakai, maka akan terjadi oksidasi pada minyak lumur itu. Tutuplah kaleng itu dengan rapat.

Cara mengisi minyak lumur sebagai berikut:
Telah diketahui, bahwa tekanan isap selalu diatas tekanan atmosfir bila kompresor berjalan dengan keadaan biasa. Sediakan sebuah corong dengan pipa isi berbentuk L dengan corong dihubungkan rapat pada pipa itu agar udara tidak dapat terisap. Low pressure control switch disetel pada vakum 10 cm danjalankan kompressor. Kompressor akan berhenti pada tekanan isap 10 cm itu. Karena karter selalu ada hubungan dengan bagian isap, maka tekanan dalam karter selamanya sama dengan keranan tekanan isap. 

Hubungan pipa isinya vans berbentuk L itu dengan keranan isi dibawah karter. Tuanglah minyak lumur kedalam corong itu dan buka keranan isi dengan perlahan-lahan. Janganlah minyak dalam corong itu terikut terisap. Isilah minyak lumur didalam karter setinggi yang ditentukan dalam buku instruksi, biasanya setengah gelas penglihat.

Sumber : materi diklat ATT-IV

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

2 Komentar Untuk "MESIN PENDINGIN"

  1. Menjual berbagai macam jenis Chemical untuk cooling tower chiller dan waste water treatment,STP dll untuk info lebih lanjut tentang produk ini bisa menghubungi saya di email tommy.transcal@gmail.com
    Hp:081310849918

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas informasinya
    Jangan lupa kunjungi website kami di http://ppns.ac.id dan http://bit.ly/2YAcKRU

    BalasHapus