IBX5980432E7F390 OWS dan Jenis jenisnya - BLOG PELAUT

OWS dan Jenis jenisnya

Jenis Jenis OWS

Pemberlakuan persyaratan internasional tentang pencegahan polusi dilaut, yaitu antara kandungan minyak dalam air yang dibuang kelaut, maka untuk memenuhi hal tersebut diciptakan berbagai jenis OWS antara lain :
1. Turbulo oil separator,
Terdiri dari sebuah bejana bertekanan berbentuk silinder vertical, berisikan sejumlah plat konis terbalik.


Terdiri dari :
1.Saluran air bersih keluar
2.Saluran minyak keluar
3.Ruang penampungan minyak
4.Pipa tegak (riser pipes)
5.Sambungan air berminyak masuk

Cara kerjanya :
1. Separator diisi dengan air bersih sampai keluar selanjutnya masukan air berminyak
2. Air berminyak masuk melalui saluran (5) bagian tengah atas dari unit ini langsung kebawah ke pelat konis.
3. Partikel minyak yang besar terbawa keatas karena kecepatan, sedangkan yang kecil ikut bersama air keruang-ruang antara plat.
4. Kenaikan partikel dari bagian pelepas udara dipasang diatas kubah separatoran bawah plat dan filter sehingga partikel tersebut membesar dan mempunyai kecepatan dari permukaan plate.
5. Melalui pipa tegak minyak naik dan terkumpul pada ruang atas separator
6. Air akan meninggalkan permukaan plat meliwati pipa pusatyang dihubungkan dengan bahagian bawah separator
7. 2 buah katup test digunakan untuk melihat tampungan minyak dalam separator, jika batasnya melebihi kran cerat dibuka.
8.katu pelepas udara tepasang pada bagian atas separator.
9. Katup cerat akan bekerja dengan menggunakan sensor keberadaan minyak
10. Untuk lengkapnya separator dipasang pemanas pada bagian atas.

2.Sistem automatic OWS

Automatic ows
sistem automatic ows

Cara kerjanya :
1.Air bersih disalurkan kedalam separator melalui saluran air berminyak (oil water inlet) sampai keluar melalui katup udara selanjutnya segera ditutup.
2.Air berminyak dimasukan sampai mencapai tekanan 2 bar, maka katup air keluar akan secara otomatis terbuka.
3.Terjadi sirkulasi air berminyak menerobos plat dan baffle berlobang yang membantu proses pemisahan air dan minyak.
4.Sekarang minyak berkumpul diatas separator sehingga garis batas air berminyak akan mendorong kebawah.
5.Terdapat 3 buah sensor untuk menunjukan level minyak tertinggi dan terendah dan bagian air, masukan signal akan memberikan masukan pada controler untuk merespon dengan signal keluaran ke solenoid valve.
6.Solenoid bekerja menggerakan pilot valve untuk mengatur aliran air bersih ke bagian atas dan bawah membran saluran minyak keluar melalui katup.
7.Apabila membran minyak keluar mendorong kebawah maka katup keluar minyak terbuka.
8.Coil pemanas terpasang dibagian ruang minyak untuk mengurangi kekentalan agar mempermudah pemisahan.
9.Test valve digunakan untuk melihat tinggi permukaan minyak dan kerjanya detector otomat.
10.Spring loaded  valve dipasang pada kedua saluran keluar, relief valve dipasang pada saluran masuk air berminyak.

3. THREE STAGE OWS
Oily water separator 3 tahap yang telah memenuhi persyaratan
1.Tahap pertama proses pemisahan minyak dan air
2.Tahap kedua dan ketiga pemisahan sisa-sisa minyak dari air melalui penyaring (coalescers)
3.Hasil pembersih dari tahap pertama (separator), masuk kebagian bawah komponen tahap dua melalui filter menuju keatas.
4.Minyak terkumpul diatas sedangkan air dialirkan kekomponen tahap tiga melalui by pass keluar kapal.

4. TURBULO OWS with COELESCING SECOND STAGE
Tipe ini sama seperti ows tiga tahap, terdiri dari sebuah separator dan sepasang filter yang dipasang pada satu coalescer.

Prinsip kerjanya :
1.Tingkat pertama (turbulo) menerima masukan air berminyak dari pompa.
2.Karena beda bj. Maka air dan minyak berpisah pada bagian atas ruangan dimana minyak cenderung naik pada tempat yang lebih tinggi.
3.Pada bagian bawah cairan meliwati plat-plat dan cenderung keatas dan terkumpul pada baffles selanjutnya melalui pipa tegak mengalir keatas.
4.Pada bagian atas minyak berkumpul (sesuai sensor probe) memberikan signal ke kontrol switch yang merespon dengan membuka atau menutup selenoid valve secara otomatis selanjutnya dialirkan ke tanki minyak.
5.Air dari hasil pemisahan pada tingkat pertama masuk dari bagian bawah penyaring tahap kedua pada saringan kanan, kandungan minyak yang masih terbawa nyagkut pada bagian luar saringan, sementara air bersih masuk silinder dan masuk saringan , dan air bersih dialirkan ke luar kapal.
6.Minyak yang tersaring akan dapat dikeluarkan melalui katup cerat.

5. COMYN OWS
Prosedur umum.
1.Separator diisi terlebih dahulu sebelum dimasukan air berminyak, jaga permukaan dalam dan luar bagian bawah dari minyak.
2.Untuk mengisi separator terlebih dahulu buka sedikit katup pengambang (scum valve), kran udara, dan pengetes tinggi permukaan (air release valve) untuk membuang udara selama pengisian.
3.Bila air mengalir keluar melalui katup udara ini, tutup katup hentikan pengisian dan tutup katup pengisian.
4.Sebelum pompa air berminyak keseparator, yakin bahwa kran pembuangan kelaut telah terbuka.untuk mengeluarkan air keluar kapal.
5.Buka sedikit kran cerat masuk, dan kran test tinggi permukaan selama separator bekerja.
6.Kran cerat untuk mengetahui keadaan air berminyak yang masuk keseparator, kran test tinggi permukaan air untuk membebaskan udara dan menunjukan keadaan minyak dalam kubah.

Prosedur penggunaan kontrol otomat.
1.Switch “on” pada panel controllistrik.
2.Bila air telah memenuhi sensor sistrik (electrik probe), lampu hijau menyala berarti air belum memenuhi kubah, lampu merah menyala alaram berbunyi, 
3.Chek pemutar control manual darurat yang dipasang dikatup keluar otomat pisisi terbuka.
4.Chek tekanan kerja baik udara atau air 1.4 – 3.5 bar
5.Buka udara atau air pasokan ke katup pengontrol tekanan selenoid 
6.Saat pemompaan air berminyak, air bersih yang berada disekitar  probe menyebabkan coil dari kontroler tekanan selenoid berenergy dan menggerakan pilot valve pada posisi buka, menutup keluaran yang tadi membuka udara ke vent.
7.Udara bebas keatas membran katup buang minyak dan menutupnya
8.Seiring dengan naiknya tekanan dalam separator berkisar 0,75 bar, kran jalan air keluar terbuka dan mengalirlah air bersih hasil pemisahan. 

6. COALESCING BED-TYPE OWS
COALESCING BED-TYPE OWS
PRINSIP KERJANYA.
1.Air berminyak dipompa melalui katup searah (non return valve) kedalam separetor
2.Air mengalir secara tegak ke ruang annular tempat pengumpulan utama dan terjadi pemisahan  minyak  karena beda bj 
3.Sedangkan air akan mengalir kebawah melalui annular ke bagian bawah separator melalui lobang-lobang ke coalescing bed dengan kecepatan rendah ketika minyak adherses ke granular material dalam bed dan forms dengan dampak lapisan climbing bergerak keatas melalui bed dengan kecepatan yang lebih lambat dari air.
4.Diatas bed ditutup oleh  plat berlobang ketika minyak mencapai dibawah plat ini, ia akan mengalir melalui lobang-lobang, karena ada kecepatan dan tarikan permukaan, terbentuklah partikel dengan bulatan yang makin membesar sehingga dapat mengapung ke atas pada rate yang lebih cepat dari air dan berkumpul pada daerah kedua, sementara air mengalir keluar melalui pipa keluar.
5.Coalescer dapat membentuk bulatan minyak sampai diameter 12 mm, dan minyak yang lebih berat biasanya membentuk stalagmit yang lebih panjang sehingga menjadi considerable sebelum lepas. Dan selanjutnya minyak mengalir keluar.
6.Dapat dilakukan otomatis maupun manual.

Secara manual :
a)Pasanglah empat buah katup test, 2 buah untuk setiap daerah, sehingga dapat memonitor tinggi rendahnya permukaan minyak
b)Bila minyak mencapai katup test tinggi permukaan, katup monitor pada daerah monitor dibuka, untuk membuang minyak ketanki.
c)Katup test batas rendah permukaan minyak dibuka dan bila air menghapus minyak keluar katup segera ditutup.

Secara otomatis penuh
a)Menggunakan unit probe kapasitor elektronik ( electrinic capasitor probe unit)
b)Unit digunakan untuk memonitor batas pisah (interface) antara air dan minyak, serta untuk membuka kran pembuangan minyak secara otomatis.
c)Pembukaan secara otomatis apabila minyak mencapai batas permukaan yang ditentukan, dilakukan dengan menggunakan katup selenoid maupu pneumatic.
d)Saat minyak telah terbuang, probe atau sensor batas bawah akan memberikan signal untuk menutup katup tersebut.
e)Untuk mencegah electronic probe dari pemberian signal yang salah karena ada udara, maka separator dilengkapi dengan katup pelepas udara yang akan secara otomatis membuang udara pada daerah pertama maupun kedua.
f)Separator dilengkapi dengan saringan keranjang (bascket strainer) antara pompa dan separator untuk mencegah kotoran.
g)Separator dapat dibersihkan dengan jalan membuka kran cerat (drain valve) dibawah untuk membuang isi  separator langsung kegot.

Ringkasan.
a)Ows dipasang dikapal untuk memenuhi persyaratan internasional    tentang pencegahan polusi laut, agar dapat melestarikan habitat laut.
b) prinsip kerja ows secara umum.
1.Berdasarkan beda bj. Cairan
2.Adanya gaya centrifugal
3.Bantuan pemanasan.
c)Jenis pompa yang digunaka yang digunakan  sangat berpengaruh pada pembentukan bulatan-bulatan minyak dalam proses pemisahan.
d)Ows yang digunakan dikapal adalah:
1.Turbulo
2.Automatic
3.3 stage
4.Tubulo dengan 2 stage
5.Comyn
6.Coalescing bed type.
e)Ows dapat dioperasikan secara otomatis maupun menual
f)Sebelum operasi ows harus diisi penuh dengan air bersih.

Artikel Terkait : Pengenalan OWS

Sumber :Materi Diklat pelaut 

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

1 Komentar Untuk "OWS dan Jenis jenisnya"

  1. Terima kasih atas informasinya
    Jangan lupa kunjungi website kami di http://ppns.ac.id dan http://bit.ly/2YAcKRU

    BalasHapus